Kamis, 12 Januari 2012

Uji kekuatan serat.


Kekutan serat mempunyai pengaruh pada sifat pegangan ,drape  pada kain yang dibuatnya. Pengujian serat dapat dilakukan dengan cara uji kekuatan serat per helai dan pegujian per berkas.

-Pengujian serat perhelai diperlukan untuk mengetahui variasi kekuatan serat ,mengetahui hubungan stress dan strain. Cara ini dimaksudkan untuk menentukan kekuatan tarik  serat  setiap helainya baik pada serat yang belum dipintal atau serat yang telah dipinpintal dengan cara melakukan mengurai  serat dari benangnya,Serat –serat tersebut ditarik dengan pemberian gaya (beban) dengan kecepatan 12  0,5 inch per menit sambil diamati perubahan panjang setiap penambahan gaya (beban) sampai putus. Sehingga dapat diketahui kurva stress dan strain
                                                          µ



   py                y
  
   px             x
s
t
r
e
s
s   O          ex    ey                          E

                                                                            
                                                        strain

-Pengujian serat perberkas (bundle)

              Pengujian kekuatan serat per berkas pada prinsipnya memutus kan serat yang sejajar dan tertentu panjangnya.Dengan mengetahui beban untuk memutuskan dan berat serat setelah ditimbang,maka dapat diperhitungkan juga tenacity atau tensile strength-nya. Kekuatan serat perberkas tidak boleh dianggap sama dengan  sekian kali  serat  dari pengujian perhelai.

Hasil pengujian biasa dinyatakan dalam  Pressley Index(PI)=
Tenacity =
Contoh :
-Panjang contoh =22,5 mm dengan berat =18mg
-Beban saat putus =8000 gram
-Tentukan tenacity serat tersebut !
Jawab:
Kehalusan serat  Denier = 9000
D = = 7200
Jadi tenacity serat =  1,11 gram/denier.

Salah satu alat pengujian ini terbaik adalah Instron,dimana alat ini secara grafis mencatat karakter kekuatan dan mulur serat.

Pengujian kehalusan serat 

Kehalusan serat (fiber fineness)didifinisikan sebagai kehalusan serat(weight fineness)dari serat  berat per panjang contoh nya untuk cotton dinyatakan dalam micronair (microgram atau 0,000001 gram per inch)  atau dapat dinyatakan dalam diameter contoh untuk serat woll dalam micron (0,001).

Salah satu alat yang digunakan pada pengujian kehalusan serat  adalah micronair,cara ini prinsipnya adalah mengukur tahanan terhadap aliran udara dalam keadaan tertentu dari sumbatan serat tersebut dengan menggunakan manometer pengukur kekuatan aliran udara dapat diketahui nilai  micronairnya.                                                                                                                                                                                                                                                         Serat pengisi yang besar /kasar mudah ditembus udara dari pada yang halus.Makin halus serat maka kecilah jumlah pori-pori yang dapat dilalui udara.Maka dalam pengujian ini yang diukur adalah tahanan dari sumbatan serat terhadap aliran udara .






 










Pengukuran jumlah finish dan kandungan air

Pengujian ini dimaksud adalah untuk menguji regain pada serat,pengujian pada serat kapar bertujuan hanya mengetahui jumlah kandungan air dalam serat,tetapi pada serat-serat buatan khususnya rayon baik itu rayon asetat maupun viscose pengukuran regain serat tidak hanya pengukuran kandungan air tetapi juga kandungan berat zat finish pada serat yang merupakan bawaan pada proses pembuatan serat.

Cara pengujian dapatlah dilakukan dengan cara yang disarankan oleh ASTM , yaitu mengambil dua sampel serat dengan memasukan masing-masing pada kantong yang terpisah . Untuk pengujian pada serat rayon viskosa kantong-kantong ditempatkan dalam benjana dan didihkan selama 30 menit. Untuk serat asetat rayon suhu 71 -77 C dan waktunya 30 menit.Dalam benjana ditambahkan 0,5 gram sabun netral per liter air.Setelah pemasakan contoh dicuci 3 kali dengan air lunak masing-masing pada suhu 87C dan 71 C dan suhu kamar,setelah itu sampel di keringkan pada suhu 105-110C. Perhitungan  berat finish = 
Persen  kandungan air + finish =
Berat dagang =

A= berat bersih sample
B=berat kering setelah sample direbus
C=berat kering sample aslinya(sebelum direbus)
W= berat broto pengiriman
 t = Berat tera
R=Regain dagang  serat

Uji Indentifikasi serat.

Dasar indentifikasi serat didasarkan pada  sifat khusus serat antara lain:
- Morfologi
-Sifat kimia
-Sifat fisik

Pada umumnya pemeriksaan morfologi serat dilakukan dengan mengguna kan  cara kimia dan dengan microscup.Penampang  serat dapat memberikan indentifikasi jenis serat ,pada serat alam penampang lintang nya biasanya bervariasi,sedang kan serat buatan relative sama tergantung pada diameter spinneret yang digunakan dan besar kecilnya draft yang diberikan pada saat pembuatan serat .

Pengujian sifat kimia dari serat dapat dilakukan secara makro tanpa mikroscup atau secara mikro  dengan menggunakan mikroskup.Pengujian sifat kimia terdiri dari ;

1.Uji pembakaran
2.Uji kelarutan
3.Uji pewarnaan

Uji pembakaran

Uji pembakaran dilakukan secara makro,sedang pengujian kelarutan dan pewarnaan secara makro dan mikro.

Pengujian sifat fisika dari serat yang dapat diperiksa dengan mikroskop untuk indentifikasi adalah indeks bias dan barefrinngence.Sedangkan pengujian sifat fisika secara makro yang penting adalah ,penentuan berat jenis  dan titik leleh serat.

- Uji pembakaran,uji ini hanya dapat dilakukan untuk memperkirakan golongan serat secara umum dan kurang teleti hasilnya.

Sampel serat yang akan diuji dibuat kira-kira sebesar benang Ne 10 dengan panjang antara 4 – 5 cm dan diberikan puntiran.Puntiran diberikan agak kuat,supaya terbakarnya serat agak lambai,sehingga untuk macam-macam serat memerlukan waktu yang hamper sama. Sumber api digunakan nyala api dari pembakaran gas ataupun alcohol,karena sumber api ini tidak mengeluarkan bau yang keras.

Cara pengujian ini dengan membakar sampel serat ,apabila serat terbakar cepat,meninggalkan abu berbentuk serat dan berbau seperti kertas,maka keadaan ini menunjukkan serat selolusa.Apabila serat tidak terbakar samasekali,maka ini memnunjukkan serat gelas   atau asbes.Serat gelas dapat dilihat dari lelehan filamennya yang berbentuk zat padat kasar,dan filamennya sendiri sangat getas. Adanya zat penyempurnaan pada serat gelas ditunjukan oleh bau cat terbakar dan asap sedikit.
Kalau serat terbakar tanpa ada abu,berbau rambut terbakar meninggalkan bulatan kecil hitam diujungnya,maka keadaan ini menunjukan serat protein.

Apabila bau yang timbul sama seperti diatas,tetapi tidak meninggalkan abu,maka ini menunjukkan serat sutera.

Apabila serat meleleh dan membentuk bulatan kecil diujung nya tanpa berbau rambut terbakar,maka ini menunjukkan serat asetat rayon,nylon,orlon,Dacron. Sedangkan adanya bulatan kecil hitam dan berbau asam asetat menenjukan asetat rayon. Bau seperti amida dan adanya bulatan kecil yang keras menunjukkan nylon.Bau agak menyengat dan ada bulatan kecil tak teratur menunjukkan orlon. Bau yang keras  menyengat dan ada bulatan kecil tak teratur menunjukkan serat Dacron.

Uji indentifikasi serat dengan Kelarutan

Uji indentifikasi dilakukan dengan cara melarutkan dengan zat.Untuk pengujian ini disarankan menggunakan pengaduk kaca,sehingga serat yang mempunyai indeks bias sama dengan pelarut mungkin nampak walaupun serat tidak larut.

Uji kelarutan dapat dilakukan dengan zat-zat kimia tertentu,untuk mendapatkan gambaran yang jelas sebaiknya diperiksa dengan mikroskop.Dibawah ini daftar zat-zat kimia untuk jenis-jenis serat yang akan diindentifikasi : 
Jenis Zat kimia
Jenis serat yang larut
Keterangan
-Kalium Hidroksida 
  5%

-Asam khlorida

-Kupramonium Hidrok   
 Sida

-Asam sulfat 70%


-Natrium hipokhlorit
 ( 3,3%khlor aktif)

-Aseton(80- 100%)


-Khloroform
-Metilena dikhlorida
-Asam asetat glasial
-Asam khlorida 1:1
-Fenol 90%
-Dimetil formamida



-Asam nitrat pekat
-Natrium hidroksida 
  45%
-         Serat protein dan  selulosa

-         Rayon viskosa, serat Protein
-         Serat selulosa


-         Serat selulosa


-         wol dan serat rambut

-         Asetan rayon, Vinyon HH Vinyon C
-         Vinyon HH
-         Vinyon
-         Asetat rayon
-         Nylon
-         Nylon
-         Poliakrilat
-         Dynel
-         Acrilan
-         Orlon
-         Acrilan
-         Dacron

-         Waktu pengujian   
    50Menit
-         Suhu kamar

-         Kutikula pada  kapas tidak larut
-         Suhu 30ºC waktu  15 menit
      -  


      -





-         Suhu kamar
-         Suhu 30ºC
-         Suhu 35ºC
-         Suhu 55ºC
-         Suhu 71ºC
-         Suhu 99ºC
     -
-         Suhu mendidih
-         Waktu 45 menit.



Indentifikas serat dengan uji pewarnaan.

a.Cara visualisasi,Pada umumnya dapat dilakukan dengan mendidihkan serat dalam  larutan zat warna 1% selama 1s/d 3 menit dengan perbandingan larutan 1: 30 ,kemudian di cuci.Dengan membandingkan secara visual  hasil perubahan warna setelah dicuci dengan warna sebelum dicuci akan dapat diindentifikasi jenis seratnya. Karena setiap serat itu punya jenis  zat warna yang dapat bereaksi .

b .Dengan menggunakan microskup.Cara ini lebih utama untuk serat campuran, dalam pembuatan  benang dikenal benang blinding atau Mixing untuk mengindentifikasi jenis serat yang ada dalam benang dapat ditentukan dengan cara meletakan serat diatas kaca obyek dan ditutup dengan kaca penutup,kemudian dari salah satu sisi kaca penutup ditetesi larutan pewarna 1%.Setelah itu kaca obyek dipanasi denagan uap selama 1 menit. Jika larutan pewarna agak kering,tetesi lagi. Kemudian dari salah satu sisi kaca penutup ditetesi air dan dipanaskan dengan uap selama 3 menit sambil kadang-kadang ditetesi air,jika airnya hampir kering.Akhirnya serat dicuci dengan jalan meneteskan air dari salah satu sisi kaca penutup dan dari sisi lain dihisap dengan kertas hisap. Pencucian dilakukan terus sampai airnya tidak berwarna,dan baru diamati dengan mikroskop.

Beberapa jenis pewarna yang dapat digunakan untuk indentifikasi serat antara lain:

1.Calco indentification stain 2,dari Amirican Cyanamid Company.
2.Dupon indentification stain 4, dari E.I Du Pont de Nemours.
3.Galgy Indentification stain 1, dari Geigy Company Inc.
4.Interchemical corporation Indentification stain, dari Interchimical corp
5.National aniline indentification  stain c-63807, dari National Aniline
   Division,Allied Chemical & Dye Corp
6.Tex-fabrics indentification stain, dari Texfabrics Inc
7.Texchrom indentification stain, dari Fisher Scientific co
8.Fibrotint GLS, dari Ciba Co,Inc

Penentuan Berat Jenis Serat 

Berat jenis adalah salah satu sifat fisika yang penting untuk indetifikasi serat.Berat jenis serat dapat ditentukan dengan bantuan suatu caira      n yang diketahui berat jenisnya,dimana serat tidak tenggelam dan juga tidak terapung.Beberapacampuran  zat cair yang dapat digunakan, antara lain :

1.Karbon tetrakhlorida (Bd 1,60)  dengan Xilena (Bd 0,87) 
2.Karbon tetrakhlorida (Bd 1,60) dengan n-Heptana (Bd 1,10)
3.Perkhlor etilena(Bd 1,63)dengan Xilena (Bd 0,87)
Untuk pengujian ini dapat digunakan tebung ukur berat jenis yaitu semasam gelas ukur  (100  atau 10ml) yang dilengkapi dengan penutup.
Mula-mula disiapkan campuran,dengan membuat campuran berbagai kadar,misal nya sebagai berikut :
 Campuran
Karbon tetrakhlorida
    ( dalam ml)
Xilena
 (dlm ml)
        1
        2
        3   
        4
        5
        6
        7
        8
        9
      10
      11
        10
          9
          8
          7
          6
          5
          4
          3
          2
          1
          0
     0
     1
     2
     3
     4
     5
     6
     7
     8
     9
   10


 Kemudian campuran-campuran tersebut satu persatu dimasukan kedalam tabung ukur barat jenis dengan hati-hati supaya tidak tercampur,dimulai dari campuran nomer 1 yang mempunyai Bd  1,60 kemudian berturut-turut campuran dengan Bd yang lebih rendah,sehingga lapisan paling atas pada tabung ukur tersebut adalah Xilena dengan Bd 0,87.

Serat yang akan diperiksa mula-mula dipotong –potong kecil-kecil kemudian dimasukkan kedalam xilena panas sampai basah.Setelah itu dikeringkan dan dimasukkan kedalam campuran zat cair pada tabung ukur dan dengan pengaduk kaca ditekan masuk  dibawah permukaan xilena. Setelah 30 menit serat akan tenggelam sampai pada lapisan campuran yang berat jenisnya sama.

Pengukuran Titik Leleh

Serat buatan yang bukan berasal dari polimer alam akan meleleh jika dipanaskan.Titik leleh serat merupakan petunjuk yang berguna dalam indentifikasi serat.Prinsippengujiannya adalah dengan meletakan serat kedalam pipa kapiler kaca,kemudian pipa kapiler yang sudah terisi serat diletakan dalam suatu tempat yang suhunya dapat dinaikan. Titik leleh adalah suhu yang dibaca pada waktu serat mulai mengalir atau meleleh.

Pengukuran Index bias dan birefringence serat

Index bias dan birefringence serat adalah sifat optic serat yang berhubungan dengan struktur bagian dalam molekul dan tidak berhubungan dengan bentuk luar serat. Sifat ini terutama penting untuk indentifikasi serat buatan.

Serat tekstil terdiri dari bagian kristalin dan amorf. Sifat –sifat fisika dibagian amorf untuk segala arah adalah sama (isotrop) sedangkan pada bagian kristalin sifat fisika nya menunjukan perbedaan untuk arah yang berbeda  (anisotropy kristalin).Karena bagian kristalin tersebut letaknya teratur,lebih sejajar dengan sumbu serat,maka serat secara keseluruhan bersifat anissotrop.Beberapa serat yang tersusun bagian kristalin nya rambang (acak) pengaruh anisotropy dari bagian –bagian Kristal saling mengimbangi,sehingga serat secara keseluruhan akan bersifat sebagai zat yang isitrop.

Alat yang digunakan pengukuran ini mikroskop polarisasi dan refraktometer untuk mengukur indek bias zat cair. 

Serat diletakan pada kaca obyek dan diberi medium yang telah ditentukan indek biasnya.Untuk mengetahui indeks bias zat cair dapat digunakan refraktometer,serat kemudian diamati dengan mikroskop polarisasi. Apibila indeks bias serat dan medium sama,maka serat tidak kelihatan,sehingga apabila  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar